Menulis Arab On-line

Januari 11, 2010 okah Tinggalkan komentar

Bagi Anda yang hobi untuk memburu gambar-gambar animasi atau tulisan animasi kaligrafi bahasa Arab, tentu Anda membutuhkan tools untuk menulis Arab. Nah sekarang Anda tidak perlu repot-repot lagi untuk menginstal aplikasi Arabic Font. Sekarang Anda bisa menuliskannya secara online. Caranya sangatlah mudah, Anda tinggal klik tampilan huruf pada keyboard sertamerta huruf-huruf yang Anda maksud akan muncul pada halaman khusus yang menampilkan huruf tersebut dan langsung dirangkai secara sempurna. Kemudian Anda tinggal copy tulisan Arab yang Anda tulis tadi. Gampang kan!!! Nah pertanyaanyya, dimanakah kita bisa nulis Arab secara online? klik aja www.elQolam.co/arabic/ atau klik disini

Menuju Halaman elQolam.com

Karakter Pendidik Muslim

November 2, 2009 okah 1 comment

aaaaaaaaaa

Pada kesempatan ini kami ingin memaparkan mengenai perkara-perkara yang semestinya dimiliki oleh seorang pendidik sejati. Ada 11 karakter yang mesti dimiliki oleh seorang pendidik sejati, dan ini bukan merupakan pembatasan. Pada kesempatan ini kami akan memaparkan satu per satu dari karakter-karakter yang semestinya melekat pada seorang pendidik.

Karakter Pertama Pendidik Sejati:

Mengikhlaskan Ilmu untuk Alloh Subhanahu wa ta’ala

Sebuah perkara agung yang dilalaikan banyak kalangan pengajar dan pendidik, yaitu membangun dan menanamkan prinsip mengikhlaskan ilmu dan amal untuk Alloh. Ini merupakan perkara yang tidak dipahami banyak orang, karena jauhnya mereka dari manhaj Rabbani. Demi Alloh, berapa banyak ilmu yang bermanfaat dan amal-amalan yang mulia untuk umat, namun pemiliknya tidak mendapat bagian manfaat darinya sedikitpun dan pergi begitu saja bersama hembusan angina bagaikan debu beterbangan. Yang demikian itu disebabkan karena pemiliknya tidak mengikhlaskan ilmu dan amal mereka serta tidak menjadikannya di jalan Alloh. Tujuan mereka bukan untuk memberikan manfaat kepada saudara-saudara mereka kaum muslimin dengan ilmu dan pengetahuan serta amal-amalan tersebut. Tujuan mereka hanya semata meraih kehormatan atau kedudukan dan sejenisnya, karena itu sangat layak bila amalan-amalan tersebut pergi begitu saja bagaikan debu yang beterbangan. Ya benar, ada kalanya mereka itu mendapatkan manfaat dengan ilmu dan pengetahuan mereka di dunia, berupa sanjungan, pujian, dan sejenisnya, tetapi diujung-ujungnya bermuara pada kesirnaan. Barangkali hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RodhiAllohu ‘anhu melukiskan makna tersebut:
Dari Abu Hurairah RodhiAllohu ‘anhu dia berkata, Nabi Shallallohu’alaihi wasallam bersabda:
“ … dan seorang laki-laki yang belajar dan mengajarkan ilmu serta membaca Al-Qur’an, lalu ia didatangkan dan Alloh mengingatkan nikmat-nikmatNya (kepadanya) dan dia pun mengenalnya. Alloh berfirman, ‘Apa yang kamu lakukan padanya?’ Dia berkata, ‘Saya belajar ilmu dan mengajarkannya serta membaca Al-Qur’an demi Engkau.’ Alloh berfirman,’ Kamu berdusta, akan tetapi kamu belajar ilmu supaya dikatakan alim; kamu membaca Al-Qur’an supaya dikatakan qori’, dan itu telah dikatakan. ‘Kemudian diperintahkan agar ia diseret diatas wajahnya hingga dilemparkan ke dalam api neraka…” (Hadits Riwayat Muslim dalam kitab Imarah, An-Nasa’i dalam Al-Jihad, Ahmad dalam Baqi’ Musnad Muktsirin , dan At-Tirmidzi dalam Az-Zuhud)
Karena itu, semestinya bagi para pendidik dan pengajar agar menanamkan sifat ikhlas dalam ilmu dan amal untuk Alloh pada diri anak didiknya, juga sifat mengharap pahala dan ganjaran dari Alloh. Kemudian, jika setelah itu ia memperoleh sanjungan dan pujian dari manusia, itu adlah anugrah dan nikmat dari Alloh, dan bagi Alloh-lah segala pujian.
Ibnu Rajab Rahimahulloh berkata: “ Adapun jika dia melakukan sebuah amalan murni untuk Alloh, kemudian Alloh melemparkan pujian baik baginya di hati orang-orang Mukmin dengan hal itu, lalu dia merasa senang dengan anugrah dan Rahmat Alloh serta merasa gembira dengannya, maka hal itu tidak mengapa baginya. Pada makna inilah hadits Abu Dzar datang; dari Nabi shallallohu’alaihi wasallam bahwa beliau ditanya tentang laki-laki melakukan sebuah amalan ikhlas untuk Alloh berupa kebaikan, yang lantaran itu ia dipuji manusia, beliau bersabda: ‘Itu adalah berita gembira orang beriman yang disegerakan’.” (Hadits Riwayat Muslim, juga Ahmad dalam Musnad Al-Anshar dan Ibnu Majah dalam Az-Zuhud)
Poros dari itu semua terletak pada niat, dan niat tempatnya adalah di dada, dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi bagi Alloh:
“ Katakanlah, ‘Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu menampakkannya, pasti Alloh mengetahuinya’.” (Terjemah Quran Surat Ali Imran: 29)
Maka bagi siapa saja yang niatnya murni untuk Alloh, hendaklah berbahagia dengan pengabulan amalnya dan ganjaran pahala dari Alloh.
Dari Umar bin Al-Khattab RadhiAllohu ‘anhu, saya pernah mendengar Rasululloh Shallallohu’alaihi wasallam bersabda:
“ Sesungguhnya setiap amalan itu hanyalah bergantung pada niatnya, dan setiap orang hanya akan mendapatkan apa yang diniatkannya. Barangsiapa yang hijrahnya kepada Alloh dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Alloh dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena motivasi dunia yang hendak dicapainya atau lantaran seorang wanita untuk dinikahinya, maka hijrahnya pada apa yang dia hijrah kepadanya.” ( Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)

Kesimpulan:
1.    Merupakan suatu kewajiban bagi seorang pendidik untuk menanamkan hakikat ikhlas pada diri anak didiknya.
2.    Seorang pendidik harus menyertakan hakikat tersebut semenjak awal dan terus-menerus mengingatkannya.

Diketik ulang dari buku: “Begini Seharusnya Menjadi Guru (Panduan Lengkap Pengajaran Cara Rasululloh Shallallohu’alaihi wasallam)” karya Fu’ad bin Abdul Aziz Asy-Syalhub, edisi bahasa Indonesia dengan penerjemah Jamaluddin, penerbit Darul Haq, cet. I.

Tampilan Baru

Februari 17, 2009 okah Komentar dimatikan

aaaaaaaaaa

Alhamdulillah dengan izin Alloh ta’ala semata kini hadir dihadapan Anda sebuah situs sederhana yang insyaAlloh berisi informasi-informasi yang sangat bermanfaat khususnya bagi para calon pendidik.

Dengan tampilan yang sederhana nan elegan ini Anda akan dimanjakan untuk membaca berbagai artikel yang tersedia sambil mendengarkan kajian secara online, selain itu Anda juga bisa mendownload beberapa kajian yang telah kami sediakan.  Kami tunggu kunjungan Anda di web kami yang lain, yaitu:

www.pendidikmuslim.co.nr

Shortcut Download Audio Kajian Pendidikan Anak

Februari 11, 2009 okah Komentar dimatikan

aaaaaaaaaaUntuk memberikan kemudahan bagi Anda dalam mendownload rekaman kajian “Pendidikan anak dalam Islam” berikut kami sajikan kumpulannya dari intro, PAI 01, PAI 02, PAI 03, dan PAI 04. Semua file kami sajikan dalam format MP3 sehingga memudahkan Anda untuk memainkannya diberbagai aplikasi pemutar audio. Semoga apa yang kami sajikan ini mempermudah Anda dalam mendownloadnya. Berikut link downloadnya, dan silakan langsung di klik untuk kemudian Anda akan langsung diarahkan ke halaman download.

Intro Pendidikan Anak dalam Islam (oleh Abu Yahya Mubarok)

Pendidikan Anak dalam Islam bag. 01 (oleh Ustadz Ibrohim)

Pendidikan Anak dalam Islam bag. 02 (oleh Ustadz Ibrohim)

Pendidikan Anak dalam Islam bag. 03 (oleh Ustadz Ibrohim)

Pendidikan Anak dalam Islam bag. 04 (oleh Ustadz Ibrohim)

Pamflet Kajian Rutin

Februari 10, 2009 okah Komentar dimatikan

Berikut ini adalah pamflet kajian rutin Pendidikan Anak dalam Islam atau yang dalam pamflet kami tuliskan dengan judul “Begini Seharusnya Menjadi Pendidik Anak”

Alhamdulillah pamflet ini didesign dengan konsultasi langsung kepada Al-Ustadz Ibrohim. Dan alhamdulillah, setelah melalui beberapa pemeriksaan dan koreksi oleh ustadz akhirnya ya.. seperti yang Anda lihat sekarang ini. Silakan untuk mengcopy dan bila perlu mencetak dan menyebarkannya, semoga apa yang kita lakukan mendapat ridho dari Alloh subhanahu wa’taala.

Pamflet_PAI

Pendidikan Anak dalam Islam 04

Februari 10, 2009 okah Tinggalkan komentar

aaaaaaaaaaAlhamdulillah inilah untuk kali ke-4 kami menyajikan rekaman kajian rutin “Pendidikan Anak dalam Islam” yang merupakan telaah terhadap kitab Nashihaty Lin Nisaa pada bab “Tarbiyatul Aulaad” yang disampaikan oleh Al-Ustadz Ibrohim.

Pada kesempatan kali ini, dalam kitabnya penulis menyampaikan mengenai marhalah-marhalah (baca:tahap-tahapan) dalam mendidik anak. Pada kesempatan ini kita melanjutkan pembahasan dari pertemuan sebelumnya yakni kita telah sampai pada tahap yang ke-5.

Dari pada Anda penasaran berkepanjangan, segera saja download kajiannya dan dengarkan, kemudian pahami, dan amalkan.

Selamat menyimak.

[link download disini]

Jadwal kajian rutin sekitar UGM-UNY

Dauroh Banyumas, 02-03 Feb 2008

Januari 21, 2009 okah 1 comment

Pemateri:

1. Ustadz Abu Usamah Abdurrahman (Lombok)

2. Ustadz Abu ‘Abdillah Muhammad Afifuddin

Materi:

1. Tolong Menolong Dalam Kebaikan

2. Lerai Pertikaian Sudahi Pemboikotan

Lerai Pertikaian Sudahi Pemboikotan 1.mp3 MP3 Ust. Afifuddin
Lerai Pertikaian Sudahi Pemboikotan 2.mp3 MP3 Ust. Afifuddin
Lerai Pertikaian Sudahi Pemboikotan 3.mp3 MP3 Ust. Afifuddin
Tolong Menolong Dalam Kebaikan 1.mp3 MP3 Ust.Abdurrahman
Tolong Menolong Dalam Kebaikan 2.mp3 MP3 Ust.Abdurrahman
Tolong Menolong Dalam Kebaikan 3.mp3 MP3 Ust.Abdurrahman