Arsip

Arsip untuk Februari 17, 2008

Ta’aruf Syar’i, Solusi Pengganti Pacaran

Februari 17, 2008 okah Tinggalkan komentar

Penulis: Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Al-Makassari

Pertanyaan:
1. Apabila seorang muslim ingin menikah, bagaimana syariat mengatur cara mengenal seorang muslimah sementara pacaran terlarang dalam Islam?
2. Bagaimana hukum berkunjung ke rumah akhwat (wanita) yang hendak dinikahi dengan tujuan untuk saling mengenal karakter dan sifat masing-masing?
3. Bagaimana hukum seorang ikhwan (lelaki) mengungkapkan perasaannya (sayang atau cinta) kepada akhwat (wanita) calon istrinya?

Dijawab oleh Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Al-Makassari: Read more…

Categories: Kajian Nikah, Muslimah

Memberantas Noda-noda Syirik Kita

Februari 17, 2008 okah Tinggalkan komentar

Penulis: Al Ustadz Abu Ubaidah Syafruddin Al Atsari

Setelah kita membahas pada edisi yang lalu bagaimana membersihkan diri kita dari penyakit-penyakit hati seperti nifaq, angkuh, dan hasad. Maka pada edisi kali ini kita masih dalam rangka membersihkan diri dari penyakit hati yang berbahaya, yaitu syirik dan keyakinan-keyakinan yang bathil seperti keyakinan adanya orang yang mengetahui hal hal ghaib.

Ini penting karena meratanya kesyirikan di segenap penjuru negeri ini. Tidak satu desa pun kecuali di sana ada tempat yang dikeramatkan, dimintai berkah, dan diyakini adanya kekuatan-kekuatan ghaib yang menunggunya. Semoga dengan tulisan ini menjadi nasehat bagi orang yang memiliki hati dan pemikiran.
Syirik (Mempersekutukan Sesuatu Dengan Allah)

Syirik merupakan bahaya yang terbesar dan penyakit yang paling berbahaya. Saya cantumkan pembahasan syirik dalam pembahasan penyakit hati ini karena sumber kesyirikan bermula dari keyakinan (i’tiqad) yang ada di dalam hati. Perlu pembaca ketahui bahwa ulama membagi jenis syirik menjadi dua bagian : Read more…

Categories: Kajian Aqidah

Sepuluh Wasiat Untuk Istri yang Mendambakan “Keluarga Bahagia Tanpa Problema”

Februari 17, 2008 okah 1 comment

Penulis: Mazin bin Abdul Karim Al Farih

Berikut ini sepuluh wasiat untuk wanita, untuk istri, untuk ibu rumah tangga dan ibunya anak-anak yang ingin menjadikan rumahnya sebagai pondok yang tenang dan tempat nan aman yang dipenuhi cinta dan kasih sayang, ketenangan dan kelembutan.

Wahai wanita mukminah!

Sepuluh wasiat ini aku persembahkan untukmu, yang dengannya engkau membuat ridla Tuhanmu, engau dapat membahagiakan suamimu dan engkau dapat menjaga tahtamu.

Wasiat Pertama: Takwa kepada Allah dan menjauhi maksiat

Bila engkau ingin kesengsaraan bersarang di rumahmu dan bertunas, maka bermaksiatlah kepada Allah!! Read more…

32 Cara Berbakti kepada Orang Tua

Februari 17, 2008 okah Tinggalkan komentar

Penulis: Asy-Syaikh Muhammad Jamil Zainu

1. Berbicaralah kamu kepada kedua orang tuamu dengan adab dan janganlah mengucapkan “Ah” kepada mereka, jangan hardik mereka, berucaplah kepada mereka dengan ucapan yang mulia.

2. Selalu taati mereka berdua di dalam perkara selain maksiat, dan tidak ada ketaatan kepada makhluk di dalam bermaksiat kepada sang Khalik.

3. Lemah lembutlah kepada kedua orangtuamu, janganlah bermuka masam serta memandang mereka dengan pandangan yang sinis.

4. Jagalah nama baik, kemuliaan, serta harta mereka. Janganlah engkau mengambil sesuatu tanpa seizin mereka.

5. Kerjakanlah perkara-perkara yang dapat meringankan beban mereka meskipun tanpa diperintah. Seperti melayani mereka, belanja ke warung, dan pekerjaan rumah lainnya, serta bersungguh-sungguhlah dalam menuntut ilmu. Read more…

Categories: Tarbiyah

Pengaruh Tauhid dalam Kehidupan Pribadi dan Masyarakat

Februari 17, 2008 okah Tinggalkan komentar

Sesungguhnya Allah menciptakan segenap alam agar mereka ber`ibadah kepadaNya, mengutus para rasul `Alaihimussalaam untuk menyeru semua manusia agar mentauhidkanNya, al Quraanul Karim banyak dibanyak surat menekankan tentang arti pentingnya tauhid menjelaskan bahaya syirik atas pribadi dan masyarakat, al Quraan dan as Sunnah menerangkan kepada kita pengaruh yang baik sekali atas tauhid tersebut, dimana tauhid itu jika diamalkan oleh seseorang baik pribadi maupun masyarakat didalam kehidupan serta diwujudkan secara hakiki (murni), niscaya akan menghasilkan buah yang sangat manis diantaranya adalah: “Membentuk kepribadian yang kokoh, ia membuat hidup dan pengalaman seorang ahli tauhid begitu istimewa, tujuan hidupnya jelas, tidak ber`ibadah kecuali hanya satu (ilaah)* saja. Kepada-Nya ia menghadap, baik dalam kesendirian atau ditengah keramaian orang, ia berdo’a dalam keadaan sempit maupun lapang”. Read more…

Pembatal Keislaman

Februari 17, 2008 okah Tinggalkan komentar

Wahai saudaraku..!!! berhati-hatilah dari perkara-perkara yang akan membatalkan keislaman. Berikut adalah kajian mengenai beberapa perkara yang dapat membatalkan keislaman seseorang. Kajian ini merupakan kajian kitab Syarh Nawaqidhul Islam.

Pembatal 1

Pembatal 2

Pembatal 3

Pembatal 4

Pembatal 5

Sumber: www.al-ilmu.net